Connect with us

Hi, mencari berita tertentu?

News

Warga Asal Kampung Pedurenan Tewas setelah Mendaki Gunung Lawu, Mobil yang Ditumpangi Tabrak Tebing

Ilustrasi Kecelakaan Mobil (Sumber: HANDINING)

Bekasikinian.com, Kota Bekasi – Seorang warga asal Kota Bekasi, Sri Miyana (19), meninggal dunia setelah mendaki Gunung Lawu di perbatasan Jawa Tengah dan Timur.

Sri Miyana meninggal dunia usai kendaraan mikrobus yang ditumpanginya menabrak tebing di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2020) sekitar pukul 20.50.

Dari keterangan yang ditampung, menyatakan Sri Miyana tewas dalam perjalanan menuju ke RSUD Karanganyar.

Rumah sakit tersebut berada di ibu kota Karanganyar yang dari lokasi kecelakaan berjarak kurang lebih 23 km atau sekitar 40 menit perjalanan menggunakan mobil.

Data di kepolisian menyatakan Sri Miyana merupakan warga Jalan Dukuh, Kampung Pedurenan, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Maulana Ozar menerangkan, Isuzu Elf itu mengangkut 18 orang termasuk sopir Akhmad Khuzaidin (33), warga Desa Pakem, Kecamatan Gebang, Purworejo, Jateng.

Kendaraan mikrobus berkapasitas hingga 20 orang tersebut memang diorder untuk menjemput rombongan pendaki Gunung Lawu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sri Miyana merupakan salah satu rombongan pendaki tersebut.

Sri Miyana dan rombongan menggapai puncak Lawu lewat jalur Candi Cetho yang lebih ekstrim daripada dua jalur lain yakni Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang.

Baca juga: Pemasukan Kota Bekasi Tahun Depan Diproyeksikan Meningkat

Maulana menyatakan, Minggu malam, dalam perjalanan meninggalkan kawasan Candi Cetho, seorang penumpang memberi tahu ban belakang sebelah kiri kempes.

Pada saat itu mobil tengah melintasi turunan di wilayah Dukuh Secepit, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso.

“Sopir mengerem mobil namun mobil masih jalan terus,” kata Maulana, Senin (10/8/2020).

“Lalu mobil melaju ke arah kiri kemudian masuk selokan dan menabrak dinding tebing, baru mobil dapat berhenti,” lanjutnya.

Warga di sekitar lokasi kejadian yang mengetahui segera memberikan pertolongan. Tiga penumpang yang menjadi korban segera dilarikan ke rumah sakit di kota Karanganyar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sri Miyana yang menjadi korban terparah tak tertolong. Sedangkan dua korban lainnya terdiri atas satu korban patah tulang dan satu korban luka ringan.

“Sisanya sehat tidak kurang apa pun,” ungkap Maulana.

“Rencananya, rombongan yang selamat mau lanjut perjalanan setelah diambil keterangan singkat,” ujarnya.

Dugaan sementara kecelakaan di jalan utama Kemuning-Jenawi tersebut terjadi karena ban kiri belakang pecah.

Baca juga: Ini Fatwa dan Pedoman Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19 yang Dikeluarkan MUI

Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terkait