Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kota Bekasi

Waduh, Tenaga Medis di Bekasi Belum Terima Insentif Sejak Maret

Tenaga Medis
Tenaga medis (Foto: Antara)

Bekasikinian.com, Kota Bekasi – Tenaga medis Covid-19 di Kota Bekasi belum menerima insentif untuk penanganan Covid-19 sejak bulan Maret lalu. Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati.

”Mereka sejak Maret lalu belum menerima intensif, karena pencairan itu terkendala karena tertahan oleh pemerintahan pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Minggu (30/8).

Menurut Tanti, kendala tersebut yaitu adanya beberapa perubahan peraturan secara teknis maupun tata cara pencairan insentif.

”Sekarang pemerintah pusat yang langsung mengambil alih sesuai perubahan peraturan,” lanjutnya.

Menurut penjabaran Tanti, terdapat beberapa kriteria pencairan dana insentif. Diantaranya kepada tenaga medis di rumah sakit swasta, rumah sakit milik daerah, dan layanan pemerintah di tingkat wilayah seperti Puskesmas.

Baca juga:

Sejajar dengan Ganjar dan Khofifah, Tri Adhianto Masuk Nominasi Birokrat Toleran

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tutup Tempat Hiburan di Kota Bekasi Belum Ditutup, Disparbud: Pengangguran Nambah Kalau Ditutup

Ditemukan Lagi Bangunan Bersejarah Lain di Stasiun Bekasi, Diduga Peninggalan Belanda

Bagi rumah sakit swasta, dana insentif akan langsung diberikan oleh pemerintah pusat. Sedangkan bagi rumah sakit daerah dan puskesmas melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan yang akan disalurkan oleh pemerintah daerah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi nantinya akan menerima Rp 8,46 miliar dari Pemerintah Pusat dari Maret hingga Mei. Total, terdapat 97 tenaga medis di Puskesmas dan 302 tenaga medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

Pencairan insentif itu sendiri dibagi dalam dua proses. Besaran insentif itu maksimal dalam sebulan, yaitu dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum/dokter gigi Rp 10 juta, bidan atau perawat Rp 7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

”Nanti kita yang akan atur pencairan melalui APBD perubahan, kemungkinan September bisa dicairkan,” terangnya.

Baca juga:

Bagikan Pengalaman Setelah Suntik Vaksin Covid-19, RK: Pengen Makan Banyak dan Beli Motor

Advertisement. Scroll to continue reading.

Klaster Baru di Bekasi Makin Banyak, Pemkot Sarankan Pakai Masker 3 Lapis

Klaster Pabrik Lagi, 71 Karyawan Suzuki Terpapar Corona

Apa reaksimu setelah membaca artikel ini?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terkait

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Sebanyak 111 tenaga medis dari 33 puskesmas yang tersebar di Kota Bekasi terpapar Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Kota...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Pencairan insentif bagi tenaga medis di Kota Bekasi kembali molor. Mulanya insentif tersebut dijanjikan segera cair awal Oktober...

Kabupaten Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kabupaten Bekasi – Jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terinfeksi Covid-19 di beberapa rumah sakit di Indonesia terus bertambah. Salah satunya ialah...