Connect with us

Hi, mencari berita tertentu?

Kota Bekasi

Pasien Covid-19 Meningkat, Ruang ICU di Kota Bekasi Tinggal 9 Tempat Tidur

Ilustrasi - Ruang instalasi gawat darurat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro

Bekasikinian.com, Kota Bekasi – Ketersediaan tempat tidur rawat inap ruang intensive care unit ( ICU) di 42 rumah sakit rujukan Covid-19 wilayah Kota Bekasi hampir tidak bisa menampung.

Setidaknya 48 pasien telah mengisi ruang ICU, dari 57 tempat tidur yang tersedia.

Menyebabkan tempat tidur di ruang ICU yang tersebar di beberapa rumah sakit Kota Bekasi kini hanya tersisa sembilan unit.

“Data per Selasa (15/9/2020) dari 57 bed ICU, sudah terisi 48 bed,” ujar Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia Kota Bekasi Eko Nugroho, Rabu (16/9/2020).

Eko menyampaikan, biasanya yang menggunakan ruang ICU adalah pasien Covid-19 yang memiliki gejala berat dengan penyakit bawaan atau komorbid.

Kini tak hanya itu, ruang ICU juga digunakan untuk pasien Covid-19 tanpa gejala yang kemudian kondisinya memburuk atau mengalami happy hypoxia.

Happy hypoxia adalah kondisi di mana kadar oksigen dalam darah berkurang hingga di bawah batas normal dan mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Baca juga: Satgas Penanganan COVID-19: Kota Bekasi Bukan Lagi Zona Merah Corona

“Ya ada, karena mereka kadar oksigen darahnya di bawah 90 persen berisiko besar memburuk. Jika paru-paru tidak sanggup bernapas dengan sempurna karena penyakit Covid-19-nya semakin menjadi, maka kondisi ini butuh pemasukan oksigennya membantu pernapasan,” ucap Eko.

Selain itu, ruang isolasi yang tersedia pun sudah terisi hingga 426 unit, dari 550 tempat tidur isolasi yang disediakan.

Ruang isolasi biasanya digunakan pasien Covid-19 yang gejala ringan hingga sedang.

Dengan demikian, tersisa 124 tempat tidur di ruang isolasi.

Lanjut Eko menyampaikan, menipisnya kapasitas ruang ICU di rumah sakit bakal berdampak pada risiko kematian.

Pertolongan pertama bagi pasien Covid-19 pun akan terhambat jika tak diberikan alat ventilator atau bantu pernapasan.

“Risiko kematian akan tinggi, karena kemanpuan rumah sakit merawat pasien Covid-19 yang butuh penanganan khusus di ICU semakin sulit,” ucap dia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dengan keterbatasan ruang ICU tersebut, Eko mengaku sulit mensiasati untuk menambah kapasitas. Pasalnya, Kota Bekasi saat ini memiliki keterbatasan biaya untuk pengadaan alat-alat kesehatan berkait kebutuhan ruang ICU.

Dengan begitu, Eko berharap tak ada lagi pasien Covid-19 dengan gejala berat untuk saat ini.

“Kami berikan laporan kondisi harian ke Dinkes, berharapnya pasien Covid-19 tidak ada lagi yang gejala berat. Karena mau tampung di mana lagi, semua rumah sakit seperti kita (menipis kapasitas ruang ICU-nya), ya berdoa saja,” tutur dia.

Baca juga: Pemkot Bakal Terapkan Jam Malam, Warganet: Emang Corona Keluarnya Malam Ya?

Apa reaksimu setelah membaca artikel ini?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terkait

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyambut baik adanya rencana penitipan pasien COVID-19 asal Kota Depok. Dia menyebut masih...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Angka kasus Covid-19 di Bekasi belum dapat dikendalikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pun melakukan upaya pencegahan yang jauh...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Peraturan jam malam di Kota Bekasi resmi berlaku.  Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, sudah meneken surat edaran tentang...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) di Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan yang sempat viral karena keluyuran keluar rumah...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Bekasi Mulyono mengungkap, kini terdapat banyak pasien Covid-19...

Nasional

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Bekasi – Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan terdapat sejumlah kabupaten/kota yang mengalami perubahan status dari zona merah Covid-19 menjadi zona oranye. “Selanjutnya...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengambil kebijakan serupa dengan Kota Depok dan Bogor dengan menerapkan pembatasan jam malam bagi...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Soal PSBB yang diterapkan kembali secara ketat di wilayah DKI Jakarta, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi memilih fokus...