Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kota Bekasi

New Normal di Tengah Pandemi Covid-19, Pepen: Ngapain Harus Takut?

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama Wakil Wali Kota Tri Adhianto di salah satu pusat perbelanjaan (26/5/2020) (Foto: Istimewa)

Bekasikinian.com, Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berterus terang tidak khawatir jika terjadi kelonjakan kasus Covid-19 jika new normal sudah diterapkan.

Rahmat Effendi atau yang akrab disapa Pepen ini yakin bahwa pihaknya mampu mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus Covid-19.

“Kalau ada (lonjakan kasus Covid-19) enggak masalah, enggak perlu ada yang ditakutkan lagi sekarang. Ngapain mesti takut, orang kita alatnya ada, rumah sakitnya ada, apa yang mesti kita takutin sekarang, kecuali di awal-awal,” ujar Pepen, Rabu (27/5/2020).

Ia menyatakan saat ini kasus Covid-19 di Kota Bekasi melandai, angka reproduksinya mencapai angka 0,71. Karena itu, menurut Pepen, lazim jika Kota Bekasi siap sambut new normal.

“Kita tinggal 12 orang (positif Covid-19). Artinya, kalau kita lihat dari siklus ini, sementara yang sehat sudah seperti ini, yang meninggal sudah sedikit, yang sakit sedikit, boleh dong kita survive. Jadi kita tidak perlu lagi takut dengan persoalan epidemiologi itu, kita jalani saja,” kata Pepen.

Baca juga: Kangen Nge-Mal? 22 Mal di Bekasi Dibuka 30 Mei, Ini Daftarnya

Walau nantinya sudah diterapkan new normal di Kota Bekasi, Pepen menegaskan bahwa protokol pembatasan sosial masyarakat akan tetap dilakukan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain itu, berbarengan dengan penerapan new normal, pihak Pemkot akan tetap memeriksa warganya secara rutin terkait Covid-19. Dengan upaya tersebut, penyebaran Covid-19 di Bekasi bisa terlacak dengan cepat. Pepen menyebutkan Pemkot Bekasi saat ini masih memiliki 7.000 rapid test dan 3.000 kit PCR yang siap digunakan untuk pemeriksaan Covid-19.

“Masih banyak kita punya 7.000-an rapid (test), kurang nanti kita bisa beli lagi, terus kit PCR kita masih punya 3.000-an karena dinkes kemarin beli 10.00 di awal-awal, sekarang kan banyakan tes swab PCR. Itu kit PCR memang agak mahal Rp 1 juta, terus rumah sakit masih ada 5.000, artinya kita punya 15.000,” jelasnya.

Baca juga: Sukses Beradaptasi di Fase New Normal, Ini Tipsnya

Apa reaksimu setelah membaca artikel ini?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terkait

Nasional

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com – Pemerintah telah memulai vaksinasi tahap pertama pada 13-14 Januari 2021, penyuntikan vaksin kepada Presiden Joko Widodo menjadi tanda peristiwa bersejarah...

Nasional

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang melakukan vaksin Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Sebelum divaksin, Kepala...

Kabupaten Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi hingga saat ini belum vaksin Covid-19. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – 14.060 dosis vaksin Covid-19 tiba di Kota Bekasi dan disimpan di UPTD Instalasi Farmasi, Jalan Bayan 1, Mustikajaya...

Kabupaten Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kabupaten Bekasi – Vaksin Covid-19 yang sudah diberi izin penggunaan oleh BPOM akan segera disalurkan kepada masyarakat Indonesia. Tak terkecuali Kabupaten...

Kabupaten Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kabupaten Bekasi – Vaksinasi Covid-19 semakin dekat, pemerintah pusat hingga pemerintah daerah telah mempersiapkan seluruh hal yang berkaitan dengan vaksinasi. Begitu...

Kabupaten Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kabupaten Bekasi – Imbas adanya kerumunan massa di Waterboom Lippo Cikarang, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja melakukan penutupan sementara kepada tempat...

Kabupaten Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kabupaten Bekasi – Ditengah situasi pandemi Covid-19, beberapa tempat hiburan membatasi kegiatan operasionalnya karena menghindari adanya kerumunan orang. Namun, lain halnya...