Connect with us

Hi, mencari berita tertentu?

Kota Bekasi

Kasus Perceraian Meningkat, 2 Ribuan Warga Bekasi Jadi Janda

Ilustrasi. (apahabar.com)

Bekasikinian.com, Kota Bekasi – Sebanyak 2.332 warga Kota Bekasi yang menyandang status janda. Kasus perceraian di Kota Bekasi selama masa pandemi Covid-19 mengalami peningkatan.

Di tahun 2019 lalu, total sebanyak 4.343 kasus. Sedangkan ditahun 2020 pertengahan sudah mencapai 3.111 kasus.

Juru Bicara Pengadilan Agama Kota Bekasi Ummi Azma menyebut, dari total 3.111 kasus , 2.332 perkara sudah putus, sementara 779 masih dalam proses persidangan.

Dari keseluruhan kasus perceraian tersebut, didominasi oleh pengajuan dari pihak wanita atau cerai gugat (CG).

“Jumlah ini termasuk dari perkara tahun lalu ya sebanyak 438 kasus, sehingga keseluruhan 3.111 kasus. Dan untuk kasus sendiri didominasi perkara gugat cerai atau pengajuan pihak wanita sebanyak 1.714 kasus, untuk perkara gugat talak atau dari pihak pria hanya 640 kasus, sisanya perkara lain-lain seperti hak asuh anak dan perkara harta gono-gini,” jelas Ummi, Selasa (4/8).

Ummi mengakui, beberapa persidangan dilakukan secara virtual, tapi ada juga yang langsung ke ruang sidang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Intinya, adanya pendemi Covid-19 ini kita tetap melakukan pelayanan ya, cuma tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan, seperti dalam sidang kita susun bangku supaya tetap jaga jarak, lalu menggunakan masker,” kata dia,

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Selain itu, kita juga lakukan melalui virtual juga dan jam layanan pun dibatasi yang biasanya sampai sore, selama pandemi kita hanya sampai siang saja jam 12.00 wib,” lanjutnya lagi.

Ditempat yang sama, Humas Pengadilan Agama Kota Bekasi, Masniarti mengatakan, dari total kasus perceraian tercatat paling tinggi terjadi pada Juni lalu, yakni 658 kasus.

Meski begitu, dia mengakui, hal tersebut bukan berarti karena dampak Covid-19.

Baca juga: Pemerintah Beri Bantuan Rp 600 Ribu kepada Pekerja dengan Gaji di Bawah Rp 5 Juta

“Tingginya perkara di Bulan Juni itu, bukan disebabkan soal kasus Covid juga sih ya mas, tapi karena waktu awal pandemi dari Maret-Mei itu kita sempat pelayanan online saja dan saat itu pun jumlah pendaftar berkurang juga, kayak di bulan April cuma 50 dan Mei 33,” kata Masniati.

Masniarti menyebut, paling utama ialah faktor ekonomi yang akhirnya berujung dengan pertengkaran dan tindakan KDRT atau lain-lain yang memicu perceraian.

Tak heran juga, dari masalah yang ada itu akhirnya ada pilihan kepada orang lain atau pihak ketiga.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi STIE Mulia Pratama Mediati Sa’adah mengatakan, kondisi ekonomi satu keluarga penting peranannya untuk tetap mempertahankan keharmonisan rumah tangga.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Disamping itu, perekonomian Indonesia di ujung resesi juga mempengaruhi penghasilan tiap-tiap keluarga.

“Indonesia sudah kontraksi, atau terjadi pertumbuhan ekonomi minus pada kuartal dua. Kita lihat bagaimana kuartal ke tiga, kalau masih negatif pertumbuhan ekonominya maka kita masuk resesi ekonomi,” terangnya.

Padahal, kebutuhan sehari-hari setiap keluarga tidak bisa ditunda, tak heran hal ini pun memicu masalah sosial termasuk pertengkaran dalam rumah tangga.

Dalam situasi ini pemerintah perlu mempercepat realisasi ekonomi, melalui belanja pemerintah ini bisa menjadi solusi untuk menahan laju kontraksi ekonomi.

Sebab, sektor swasta dan rumah tangga dinilai sudah tidak bisa diharapkan menahan kontraksi ekonomi yang terjadi.

Baca juga: Sering Disebut-sebut, Sebenernya Apa Itu Resesi?

Apa reaksimu setelah membaca artikel ini?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terkait

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Penularan Covid-19 melalui klaster keluarga kerap terjadi di Kota Bekasi, klaster tertinggi penyebarannya tersebut kini mencapai 527 kasus...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Pencairan insentif bagi tenaga medis di Kota Bekasi kembali molor. Mulanya insentif tersebut dijanjikan segera cair awal Oktober...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – The Green Hotel merawat belasan pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) hingga Senin (12/10/2020). Total ada 15...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Mengenai harga test swab 900 ribu rupiah, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menilai harga tersebut sudah cukup murah....

Kabupaten Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Bekasi – Anggota sejumlah serikat buruh di Kota dan Kabupaten Bekasi protes omnibus law Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan dalam Rapat...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Sudah empat hari berjalan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, akhirnya mengubah keputusan pembatasan jam operasional dalam maklumat yang...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum melakukan evaluasi terkait pembatasan jam operasional tempat...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi untuk yang ketiga kalinya kembali perpanjang masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) dalam upaya mencegah...