Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kota Bekasi

Jenazah Covid-19 Meningkat Lagi, Petugas Pemakaman di TPU Padurenan Kewalahan

Pemakaman pasien Covid-19. (Sumber: matamatapolitik.com)

Bekasikinian.com, Kota Bekasi – Kasus kematian yang disebabkan virus corona atau Covid-19 di Kota Bekasi kembali mengalami peningkatan. Diketahui, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan merupakan rujukan makam khusus pasien Covid-19.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPU Disperkimtan Kota Bekasi Yayan Sopian mengaku tukang gali pemakaman di TPU Padurenan sudah kewalahan menangani penambahan jenazah yang meningkat tiap harinya.

Yayan mengatakan, banyaknya jenazah yang harus dimakamkan dengan protokol Covid-19 saat ini sama dengan awal munculnya Covid-19 di Kota Bekasi.

“Bukan mulai kewalahan, tetapi memang kewalahan. Ini sudah kaya awal Covid-19 lagi kondisinya,” kata Yayan, Kamis (10/9/202).

Yayan membeberkan, sebanyak empat hingga enam jenazah per harinya yang dibawa ke TPU Padurenan. Padahal, pada Mei lalu jumlah jenazah yang dimakamkan sempat stabil.

Baca juga: Rawan Kejahatan di Masa Pandemi, Minimarket Mustikaya Jaya Dirampok Rp 28 Juta

“Pas Mei sudah mulai satu jenazah satu jenazah yang dibawa ke makam. Nah sekarang jadi banyak lagi, tiap malam ada saja rumah sakit yang telepon kirim jenazah untuk dimakamkan. Ada tiga, empat jenazah lah yang dimakamkan,” ucap Yayan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mengatasi hal itu, Yayan menyampaikan kini ada penambahan personel yang bertugas untuk menggali makam. Sebelumnya ada 9 tukang gali makam yang ditugaskan di TPU Padurenan. Kini, bertambah menjadi 21 tukang gali.

“Ada 21 tukang gali, lalu 4 orang sama petugas penyemprotan disinfektan. Jadi ada penambahan ini diambil dari TPU Bekasi, jaga-jaga ada yang dimakamkan,” kata Yayan.

Yayan menjelaskan, meski ada penambahan jumlah jenazah yang dimakamkan di TPU Padurenan, ia memastikan lahan tersebut masih cukup menampung jenazah. Diketahui, TPU Padurenan memiliki lahan seluas 12 hektar.

“Masih cukup, lahannya masih banyak. Karena untuk jenazah Covid-19 kami siapkan untuk menampung 200an. Kalau yang protokol Covid-19 memang tak bisa diprediksi, tetapi yakin masih cukuplah,” tutur dia.

Baca juga: Bekasi Tidak Ingin Copy Paste Penerapan Kembali PSBB Seperti Jakarta

Apa reaksimu setelah membaca artikel ini?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terkait

Gaya Hidup

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com – Pandemi Covid-19 membuat semua orang menjadi tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Lamanya PSBB yang kurang lebih menginjak bulan ke-8...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Penularan Covid-19 melalui klaster keluarga kerap terjadi di Kota Bekasi, klaster tertinggi penyebarannya tersebut kini mencapai 527 kasus...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Kenaikan angka kasus Covid-19 tentunya berdampak pada ketersediaan tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Kota Bekasi. Kepala...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Mengenai harga test swab 900 ribu rupiah, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menilai harga tersebut sudah cukup murah....

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Sudah empat hari berjalan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, akhirnya mengubah keputusan pembatasan jam operasional dalam maklumat yang...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi untuk yang ketiga kalinya kembali perpanjang masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) dalam upaya mencegah...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil secara resmi mengeluarkan instruksi gubernur mengenai pembatasan aktivitas usaha kuliner di wilayah Bogor,...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi secara resmi menerbitkan maklumat terkait pencegahan terjadinya lonjakan penularan Covid-19 di Kota Bekasi....