Connect with us

Hi, what are you looking for?

Jawa Barat

Kasus Unilever, Jabar Fokus Tes Covid-19 di Kawasan Industri

Petugas Dinas Kesehatan melakukan Rapid Test massal Covid-19 dengan skema drive thru (Sumber: REUTERS/Willy Kurniawan)

Bekasikinian.com, Kabupaten Bekasi – Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabad akan mengintensifkan pengetesan virus corona di beberapa tempat keramaian untuk menekan ruang penyebaran Covid-19.

Tes ini dilaksanakan seiring perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional di wilayah Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek). Hal tersebut dinyatakan secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ridwan menyebutkan tempat dominan ramai yang akan jadi target pengetesan, antara lain pasar, tempat pariwisata, terminal, stasiun hingga kawasan industri.

“Jadi mulai dua minggu ke depan selain pasar, pariwisata, terminal, dan stasiun, kita akan fokus ke industri,” kata pria yang karib dipanggil Kang Emil dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Jumat (3/7).

Tes di lokasi industri terutama perlu dilakukan mengingat dalam PSBB terdapat pelonggaran aktivitas perekonomian. Kang Emil mencontohkan salah satu industri di Kabupaten Bekasi yang ketahuan terdapat kasus baru.

Mengenai kasus infeksi di pabrik PT Unilever Indonesia di Cikarang, Bekasi merupakan kasus lintas wilayah. Banyak mereka yang berdomisili di Kabupaten Karawang namun kerja di Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Kasus Kluster Unilever, Buruh Pabrik Positif Covid-19 Bertambah Menjadi 36

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Maka kewaspadaan perlu ditingkatkan saat ekonomi yang sudah dibuka. Saya meminta kepala daerah memerintahkan industri melakukan tes PCR mandiri minimal 10 persen dari karyawannya secara acak untuk memastikan tidak ada anomali lainnya,” papar Emil.

Emil mengatakan, keputusan Pemerintah Provinsi Jabar memperpanjang PSBB di Bodebek dilandasi kajian ilmiah dan transparan. Saat ini, peningkatan angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19 di Jabar sudah masuk lampu kuning.

“Paling tinggi Rt-nya di Depok. Saya sudah rapat khusus dengan Pak Wali Kota Depok untuk meningkatkan intensitas pengetesan, tracing dan lain-lain sehubungan dengan banyak sekali warga Depok yang bekerja di wilayah Jakarta dan sebaliknya,” jelas Emil.

Menurut pakar epidemiologi Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Padjadjaran Bony Wiem Lestari, angka reproduksi efektif (Rt) di Jawa Barat terhitung mulai 1 Juli berada di angka 1,1.

Namun dari sisi tren kasus positif Covid-19 mulai 19 Juni-1 Juli, masih berada di angka 0,84.

“Hal ini menunjukkan bahwa angka reproduksi efektif (di atas satu), kita semua harus waspada dan dari permodelan yang kami lakukan masih akan terjadi potensi peningkatan kasus positif dalam satu bulan ke depan,” kata Bony.

Ia menambahkan, peningkatan kasus positif virus corona terjadi karena ada pelonggaran aktivitas masyarakat saat PSBB diberlakukan. Sehingga ada kemungkinan terjadi euforia di masyarakat.

“Peningkatan kasus positif ini terjadi terutama setelah PSBB Jawa Barat itu diangkat oleh Pak gubernur pada 26 Juni kemarin. Sehingga barangkali ada pengaruh juga euforia masyarakat,” ujarnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bony menilai kondisi secara umum terkait jumlah kasus Covid-19 di Jabar masih terkendali.

Sehingga dalam hal ini perlu kerja sama yang baik antara pimpinan daerah dan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yaitu mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sosial.

“Harapannya dengan meningkatnya angka reproduksi efektif ini menjadi kewaspadaan kita bersama,” tutur Bony.

Baca juga: Usai 19 Orang Positif Corona, Unilever Langsung Tes PCR 265 Karyawannya

Apa reaksimu setelah membaca artikel ini?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terkait

Jawa Barat

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Bekasi – Perjuangan para pekerja di Kabupaten dan Kota Bekasi membuahkan hasil, karena Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi mengabulkan kenaikan...

Jawa Barat

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Bekasi – Amazon, salah satu perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat berencana akan membangun infrastruktur pusat data (data center) di Jawa...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Zona merah Covid-19 di Jawa Barat mengalami perpindahan dari Kota Depok ke Kota Bekasi. Gubernur Jawa Barat Ridwan...

Kabupaten Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kabupaten Bekasi – Status zona merah penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Barat tinggal tersisa dua daerah. Diketahui, salah satunya ialah daerah...

Jawa Barat

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com – Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda santer dibicarakan. Wacana ini muncul dalam diskusi ‘Dialog Aspirasi Pengembalian Nama...

Jawa Barat

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Bekasi – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai pengesahan Undang-undang Cipta Kerja oleh DPR dan pemerintah sudah melewati berbagai pertimbangan. Maka...

Jawa Barat

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Bekasi – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Emil melarang tempat usaha berupa restoran, kafe, rumah makan, warung...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyarankan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk datang mengunjungi Kota Bekasi. Hal itu...