Connect with us

Hi, what are you looking for?

Jawa Barat

Pemprov Jabar Akan Sosialisasi Tentang PSBB

Bekasikinian.com, Jawa Barat – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyosialisasikan Peraturan Pemerintah Indonesia 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan virus Corona Covid-19 kepada seluruh kepala daerah di Jabar.

Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, PP 21/2020 tersebut baru diterima pihaknya dalam rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo pada Selasa (31/3/2020) sore. Untuk itu, sosialisasi kepada kepala daerah di Jabar baru akan dilakukan besok.

“Kan baru munculnya tadi sore. Kalau saya sudah tahu karena rapat langsung dengan Pak Presiden. Mungkin besok saya teleconference ke seluruh daerah untuk sosialisasi PSBB,” ujar pria yang akrab disapa Emil, Rabu (1/4/2020).

Penerapan PSBB, menurut dia, secara prosedur tak berbeda dengan karantina wilayah parsial (KWP). Skala karantina tersebut berlaku untuk level RT sampai level kecamatan.

“Di dalamnya ada prosedur untuk karantina wilayah skala parsial baik di level RT, RW sampai kecamatan. Kecuali kota dan provinsi harus ada izin dari presiden,” ucapnya.

Emil mengaku kebijakan KWP sudah diterapkan di beberapa daerah. Salah satunya di wilayah Kota Sukabumi.

“Secara praktik sudah kita lakukan seperti yang saya lakukan yaitu mengizinkan sampai level kecamatan untuk melakukan tindakan-tindakan. Contohnya di Sukabumi, sudah dilakukan dari kemarin melakukan pembatasan wilayah parsial skala kecamatan karena ada temuan positif rapid test yang lumayan besar,” ujar Emil.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Lebih lanjut Emil mengatakan, terkait adanya KWP tersebut, pihak Pemprov Jabar telah memberikan bantuan logistik ke masyarakat. Anggaran sebesar Rp5 triliun akan disalurkan kepada masing-masing kepala keluarga Rp500 ribu dengan rincian, sepertiga uang tunai dan dua pertiganya sembako.

“Nah itu yang sedang diverifikasi dan saya sangat berterima kasih banyak pihak yang bantu. Jadi kalau nanti ada miss sedikit dari data kan kuncinya ada di data. Siapakah mereka yang miskin baru oleh Covid-19 ini, itu pertanyaan penting yang sedang kita survei. Kita ada datanya tentulah harus kita membantu dengan seadil-adilnya,” ujarnya.

Apa reaksimu setelah membaca artikel ini?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terkait

Nasional

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Jam operasional mal di Jabodetabek akan mendapat pengetatan. Saat ini, PSBB transisi di Jakarta, mal bisa beroperasi hingga...

Nasional

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com – Vaksinasi Corona di Indonesia pada awal 2021 memiliki dua jalur yaitu jalur pemerintah dan mandiri. Proses vaksinasi corona mandiri akan...

Jawa Barat

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Bekasi – Perjuangan para pekerja di Kabupaten dan Kota Bekasi membuahkan hasil, karena Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi mengabulkan kenaikan...

Jawa Barat

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Bekasi – Amazon, salah satu perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat berencana akan membangun infrastruktur pusat data (data center) di Jawa...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Zona merah Covid-19 di Jawa Barat mengalami perpindahan dari Kota Depok ke Kota Bekasi. Gubernur Jawa Barat Ridwan...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menanggapi serius upaya pencegahan penularan Covid-19 di wilayahnya. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya himbauan...

Kabupaten Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kabupaten Bekasi – Status zona merah penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Barat tinggal tersisa dua daerah. Diketahui, salah satunya ialah daerah...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi telah mengoperasikan hotel untuk tempat isolasi mandiri bagi orang tanpa gejala (OTG), salah satunya adalah...