Connect with us

Hi, what are you looking for?

Internasional

Gawat! Muslim Pro Jual Data Penggunanya ke Militer AS, Banyak Pihak Serukan Boikot

Ilustrasi penjualan data Muslim Pro kepada militer AS (Bisnis / Feni Freycinetia)

Bekasikinian.com – Kabar tak mengenakkan datang dari salah satu aplikasi populer penyedia layanan khusus muslim di dunia, Muslim Pro. Muslim Pro menyediakan berbagai layanan seperti waktu salat, Al Quran hingga arah kiblat.

Aplikasi tersebut dinilai menjual data lokasi penggunanya kepada pihak militer Amerika Serikat (AS). Menurut Vice Motherboard, militer AS menggunakan dua cara untuk mendapatkan data lokasi pengguna Muslim Pro.

Cara pertama menggunakan pihak ketiga yaitu Locate X. Layanan itu dibeli untuk digunakan United States Special Operations Command (USSCOM) yaitu Komando Operasi Khusus AS yang bertugas untuk kontraterorisme, pemberontakan, dan pengintaian khusus, dalam operasi pasukan khusus di luar negeri.

Cara kedua melibatkan perusahaan bernama X-Mode yang mendapatkan lokasi langsung dari aplikasi, lalu dijual ke kontraktor yang terhubung langsung dengan militer AS.

Diketahui, X-Mode membayar biaya kepada pengembang aplikasi berdasarkan jumlah pengguna yang dimiliki. Contoh, jika sebuah aplikasi mempunyai 50 ribu pengguna aktif harian di AS, maka pengembang aplikasi tersebut mendapat dana sebesar USD 1.500 atau sekitar Rp 21 juta per bulannya.

Vice Motherboard juga mengungkapkan, data nama jaringan stempel waktu, dan model ponsel yang digunakan masuk kedalam penjualan data.

Baca juga: Pemkot Bekasi Rancang Perda untuk Jerat Pemberi Uang kepada Pengemis

Advertisement. Scroll to continue reading.

Protes dari Dewan Muslim Amerika

Kasus ini menimbulkan gelombang boikot dari umat muslim di AS, salah satunya Dewan Hubungan Islam-Amerika atau Council on American Islamic Relations (CAIR). Kelompok tersbeut menyerukan penyelidikan atas temuan Vice Motherboard yang menyebut militer AS membeli data lokasi dari pengguna aplikasi tersebut.

“Kami menyerukan kepada Kongres melakukan penyelidikan publik menyeluruh yang menargetkan komunitas Muslim di sini dan di luar negeri, termasuk apakah data tersebut digunakan secara ilegal memata-matai Muslim Amerika,” ucap Direktur Eksekutif CAIR, Nihad Awad dilansir di Al Aaraby, Rabu (18/11/2020).

Keterangan Resmi Muslim Pro

Pihak Muslim Pro sudah memberikan keterangan atas kasusu ini. Menurut pengembang Muslim Pro, pihaknya tidak pernah menjual maupun membagikan data lokasi penggunanya untuk kepentingan operasi khusus di AS.

 

Keterangan resmi Muslim Pro lewat Twitter (twitter.com/muslimpro)

“Privasi pengguna adalah prioritas utama Muslim Pro. Sebagai salah satu aplikasi Muslim paling tepercaya selama 10 tahun terakhir, kami mematuhi standar privasi dan peraturan perlindungan data yang paling ketat, dan tidak pernah membagikan identitas pribadi apa pun,” ucap pihak Muslim Pro.

Muslim Pro kini melakukan penyelidikan untuk memastikan semua data pengguna ditangani sesuai dengan persyaratan yang ada.

Selain itu, Muslim Pro akan mengakhiri kerja sama dengan pihak ketiga seperti X-Mode yang disebut menjual data Muslim Pro ke militer AS.

Baca juga: Tinjau Kesiapan Simulasi Vaksin Covid-19, Wapres Datangi Puskesmas Cikarang Utara

Advertisement. Scroll to continue reading.
Apa reaksimu setelah membaca artikel ini?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terkait