Connect with us

Hi, what are you looking for?

Gaya Hidup

Melepas Bosan Sekaligus Bernostalgia? Ini Permainan yang Bisa Dilakukan Kala Pandemi

Ilustrasi permainan tradisional (Foto: Dok. Kemdikbud)

Bekasikinian.com – Pandemi Covid-19 membuat semua orang menjadi tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Lamanya PSBB yang kurang lebih menginjak bulan ke-8 membuat banyak orang menjadi bosan.

Kemarin, di Bekasi maupun wilayah lain muncul fenomena balap lari yang dimainkan oleh para remaja yang mengaku bosan dirumah karena pandemi. Namun, hal tersebut berbahaya karena menimbulkan kerumunan yang dilarang oleh Pemerintah.

Nah, Bekasikinian.com mau kasih kalian rekomendasi permainan yang bisa dilakukan saat bosan dirumah dan tentu saja tidak perlu orang yang banyak untuk memainkannya. Selain itu, kita bisa bernostalgia siapa tahu pernah kita mainkan saat masih anak-anak. Berikut lima permainan yang bikin kita teringat saat masa kecil:

1. Gobak Sodor

Ilustrasi permainan gobak sodor (Foto: Etnis.id)

Permainan ini memerlukan area yang lumayan besar karena pemain akan berlari agar tidak terkena sentuhan lawan. Hanya bermodalkan kapur untuk menggambar area bermain, dimana semua pemain tak boleh melewati garis tersebut.

Gobak sodor ini melatih kerja sama antar pemain, kecepatan, dan juga kecerdikan dalam mencari celah agar bisa melewati lawan. Hayo siapa yang kangen main ini saat istirahat sekolah atau main di lapangan sore-sore?

2. 7 Pahlawan atau Bete 7

Susunan batu bete 7 atau 7 pahlawan

Memang tidak ada nama resmi yang digunakan untuk jenis permainan ini. Namun, apapun namanya dari permainan ini, konsepnya tetap sama yaitu para pemain harus menjatuhkan tujuh keramik yang telah disusun.

Permainan ini merupakan bentuk lain dari petak umpat, dan tentu saja lebih seru karena pemain harus pintar-pintar membidik susunan keramik atau baru yang disusun.

3. Kelereng atau Gundu

Seorang anak sedang bermain kelereng (Foto: Brainly.com)

Kelereng sejatinya adalah barang yang digunakan untuk bermain, permainan yang menggunakan kelereng banyak macamnya, seperti bulatan, macan, dan apollo.

Biasanya kita punya gundu andalan yang biasa dipakai untuk bermain. Gundu yang jadi gacoan itu biasanya lebih bagus daripada gundu lain. Siapa yang masih simpan gundu sampai sekarang?

Baca juga: Sadis! Gara-gara Ngukur Tanah Tanpa Ijin, Ketua RT di Jatiraden Bacok Calo Tanah Hingga Tewas

Advertisement. Scroll to continue reading.
4. Tajos atau Tazos

Sekumpulan tajos yang siap dimainkan

Sama seperti kelereng, tajos juga merupakan barang yang digunakan untuk bermain. Tajos biasa dimainkan dengan cara dibanting. Para pemain akan bertaruh tajos lain dengan jumlah yang sama, lalu ditumpuk jadi satu dan seluruh pemain silih berganti memukul kumpulan tajos tersebut dengan tajos andalannya.

Tajos ini sangat mudah dibuat karena hanya bermodalkan kaleng bekas apapun, seperti kaleng biskuit atau kerupuk. Untuk menambah nilai ekonomis, biasanya tajos diberi stiker bergambar.

5.  Taplak Gunung atau Engklek

Seorang anak bermain taplak gunung atau engklek di Bundaran HI

Permainan ini banyak pula sebutannya, namun bentuknya tetap sama dimana kita harus menggambar area bermain terlebih dahulu.

Pertama, kita harus menggambar tiga persegi panjang pertama dengan nomor 1,2, dan 3 yang sama ukurannya, kemudian dua persegi panjang lain yang lebih besar menjadi nomor 4 dan 5, lalu diatasnya satu persegi panjang jadi nomor 6 dan dua persegi panjang yang panjangnya dengan nomot 4 dan 5 yang kemudian menjadi nomor 7 dan 8 kemudian diakhiri dengan setengah lingkaran besar untuk nomor 9.

Taplak Gunung selain mengajarkan kita akan ketepatan dalam melempar serta percaya diri, permainan ini melatih keseimbangan tubuh kita karena harus bermain dengan satu kaki.

Itu tadi lima permainan tradisional yang bisa kalian lakukan jika bosan dengan game di gadget kalian apalagi di kala pandemi seperti sekarang.

Ayo ngaku, siapa yang sudah memainkan salah satu permainan diatas saat pandemi?

Baca juga: Tak Berizin, Satpol PP Kota Bekasi Copot Baliho Bergambar Habib Rizieq

Apa reaksimu setelah membaca artikel ini?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terkait

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Penularan Covid-19 melalui klaster keluarga kerap terjadi di Kota Bekasi, klaster tertinggi penyebarannya tersebut kini mencapai 527 kasus...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Mengenai harga test swab 900 ribu rupiah, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menilai harga tersebut sudah cukup murah....

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Sudah empat hari berjalan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, akhirnya mengubah keputusan pembatasan jam operasional dalam maklumat yang...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi untuk yang ketiga kalinya kembali perpanjang masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) dalam upaya mencegah...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil secara resmi mengeluarkan instruksi gubernur mengenai pembatasan aktivitas usaha kuliner di wilayah Bogor,...

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi secara resmi menerbitkan maklumat terkait pencegahan terjadinya lonjakan penularan Covid-19 di Kota Bekasi....

Kota Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menerbitkan Maklumat untuk mencegah terjadinya lonjakan baru serta kewaspadaan terhadap risiko penularan, di...

Kabupaten Bekasi

Facebook Twitter WhatsAppBekasikinian.com, Kabupaten Bekasi – Ruang isolasi pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi saat ini terisi penuh. Pemerintah Kabupaten Bekasi menyebut, setiap pasien tanpa...